Tampilkan postingan dengan label Elektronika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Elektronika. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Juni 2010

Belajar Micro | Interfacing Lewat Komputer

belajar micro sebaiknya dari interfacing lewat komputer...

coba yg ini : http://www.armory.com/~spcecdt/electronics/LED_matrix/

kalo dah mahir ..larinya ke mari



http://www.attiny.com/


pada dasarnya led matrix adalah LED yg disusun sedemikian rupa
sehingga untuk menghidupkan led ke (x,x) dibutuhkan kombinasi BIT antara baris & kolom




jadi ada proses scanning ( biasanya kolom...) sedangkan baris memberikan bit sesuai huruf/karakter yang akan ditampilkan bersesuaian dengan posisi scanning

scanning untuk kolom dimaksud memberikan "1" high ( untuk common katoda) atau"0" untuk common anoda , untuk kolom lainnya diberi nilai negasi dari kolom yg diberi nilai 1 tadi .....begitu selanjutnya untuk kolom berikutnya sampai kolom terakhir dari rangkaian led matrix..dan berulang dari depan lagi.


misalnya ingin menampilkan huruf A ...secara ASCII gambarnya sebagai berikut:


0000000
0000000
0000000
0000000
0000000
0000000
0000000


dari gambar diatas logikanya gini

- saat kolom 1 ( scan 1= 1 / high) maka bit yg diberi pada baris berupa "1110000"
sehingga jika ketemu 1 vs 1 ga ada arus mengalir, jadi LED mati
jika 1 ketemu 0 maka arus mengalir, led menyala

- begitu juga untuk kolom kedua...bit yg diberikan "1101011"

- dst, ketika kolom ke 6 kan ga ada tuh reset ke kolom 1 lagi

- desain ku yg didepan memanfaatkan IC 4017 untuk scanning kolom ...

kalo mau belajar lagi meluncur aja ke : http://www.attiny.com/dotmatrix.htm


Rabu, 02 Juni 2010

The simple CMOS 4017 sequencer

kali ini akan dibahas tentang rangkaian elektronik digital yang pertama kali di utak-atik TS waktu SMP dulu.

ingat RUNNING LED ? RADAR LED ? VALENTINE LAMP ? etc ?



umumnya rangkaiannya berupa KITS (PCB + KOMPONEN) yang dijual umum di toko elektronika. Dahulu kala ceritanya TS sempet berkreasi LED macem2 dari rangkaian 4017 ini.

wah ternyata setelah TS beranjak gede, rangkaian ini masih berguna sekali , terutama pada perangkat yang memerlukan scanning/sequencer. Sebernarnya IC yang dimaksud adalah "JOHNSON COUNTER CMOS 4017", harganya berkisar 1500 rupiah, tegangan supply nya bisa macem2, 3v -12 v. jadi sangat cocok buat pemula yang butuh rangkaian sequence/ urutan , seperti halnya lampu hidup bergantian/ berjalan.....

gambar/skema kaki2 4017 seperti berikut




dari BILL BOWDEN collection, didapatkan rangkaian umum seperti berikut




diperlukan IC NE-555 sebagai pembangkit clock, sebab 4017 memerlukan perpindahan low ke high (0 ke 1) untuk merubah / menggeser output (Q0 -Q9). Untuk mengubah frekuensi clock (kecepatan sequence) dapat dilakukan dengan merubah nilai R & C dari rangkaian 555, dengan rumus f=1,44/2RC

Fungsi transistor sebagai penghasil arus konstan, jadi LED/lampu yang dipake stabil . Tapi jika tidak digunakan juga tidak masalah bisa diganti dengan resistor pembatas arus 100 - 1k ohm. Jika ingin menggunakan LED/lampu/beban yang lebih besar, dapat dimodifikasi seperti berikut



jadi kalo ingin membuat lampu berjalan dengan menggunakan bohlam warna-warni, dapat menggunakan modifikasi diatas, tentunya dengan memanfaatkannya sebagai pemutus/switch lampu . Jangan lupa memberikan resistor 1k - 10k dari kaki output 4017 ke kaki input transistor/opto, sebab arus yang digunakan kecil saja ( biar ga jebol / saturasi / opto menjadi panas)

trus, masalah muncul jika ingin menambah jumlah sequnce melebihi 10.
BEGIMANA CARANYA ? GAMPANG ?

kita cascade saja si 4017, tapi mengorbankan 2 output untuk 1 IC ( total 8 output 1 IC)



tambahan komponen :

Transistor = NPN ( yang umum BC107, 2N2222, 2N3904)
dioda = dioda small signal (1N4148)
Resistor = 10K ohm

kaki clock sebenarnya dihubungkan dengan rangkaian clock, seperti pada gambar sebelumnya yang menggunakan ne 555 ( output clock di paralalel / di sambung saja jadi satu)

Kaki output yang digunakan dari Q1 - Q8, Q0 dari ic pertama juga dapat dimanfaatkan, tapi bisannya terjadi perbedaan kedip/switch yang cukup mengganggu, jadi sebaiknya tidak digunakan

rangkaian sequencer cascade ini digunakan TS sebagai scanning ROW untuk display LED MATRIX, cukup menghemat IC yang biasa digunakan, yaitu serial to paralel shift register yang lumayan mahal

selamat mencoba...


Flasher dan serba-serbi IC NE-555

bikin flasher pake IC 555 yukss

ceritanya hari minggu kemaren mampir ke rumah temen ehh..dia lagi utak-atik motor nya ...dia beli flasher buat lampu reting/sein tp kasiannya, flasher pertama terlalu cepet kedipnya,...trus dia beli merek lain ehhh.....hasilnya sama .....

aku bantu teruss...oprek2 dalemnya flasher, ternyata ICnya di gosok nomernya...dan ga bisa di utak-atik ...( aku kira cuman 555, ternyata bukan)


akhirnya aku saranin bikin sendiri aja flashernya pake IC NE- 555
rangkaiannya dapet di google seperti ini :



trus buat membantu ketika akinya soak, kita beri dioda 4002 + C 100uF didepan dibelakang output kita kasi relay 12V kaki 8 ( 2 switch - 1 coil) buat ngedipin 2 lampu reting/sein... hasil dari relay ini dimasukin ke control / kiprok di motor ( cari warna kabel yg lari ke saklar lampu sein)....

hasilnya....motornya bisa kedip 2 lampu sein sekaligus layaknya lampu emergency di mobil ....

http://www.unitechelectronics.com/NE-555.htm


Memanfaatkan NE-555 sebagai pengatur kecepatan motor DC (PWM)

SPEED CONTROL BUAT FAN /KIPAS DC

pada dasarnya kita buat PWM kecil2an...ntar di output NE555 ( kaki 3 ) kamu kasi rangkaian seperti berikut :





output yang berupa pulsa yang bisa di atur frekuensinya serta lebar pulsa "high" dan "low" melalui kombinasi R & C

DUTY CYCLE = persentase pulse high vs pulse LOW

rumus :

D = t1/t = (R1 + R2) / (R1 + 2R2)

t1 = .693(R1+R2)C

t2 = .693 x R2 x C


duty cycle 5% artinya low speed , 95% artinya high speed



ketika duty cycle rendah ( R&C diatur sedemikian rupa sehingga pulse "LOW" nya lebih lama dari pulse "High") , maka speed dari Fan akan rendahsedangkan ketika duty cycle tinggi atau dikondisikan pulse "high" lebih lama dari pulse "low", maka speed fan akan tinggi ...

sebaiknya rangkaian dibuat diatas bread board, kalo bisa dibantu dengan osciloscop biar tambah keren.....



Tutorial:
http://www.dprg.org/tutorials/2005-11a/index.html


Serial-Rs232 AVR programmer

Ini Gambar dan rangkain untuk membuat Serial - Rs232

Alatnya














Rangkainnya

PCB nya pake bolong2

programmernya pake PONY PROG 2000 (hiiiiiii....ada suara kuda saat open programnya)



courtesy of electronics-diy.com

Links Free Traffic And BackLink

 
Copyright © JHN-SOFT Poweredby Julka Hendri