Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Juli 2010

Prakiraan juara dunia World Cup 2010 menurut formula rumusan ilmuwan.

Sepak bola piala dunia World Cup 2010 di Afrika Selatan tidak pelak lagi kembali mengukuhkan betapa sport ini menjadi tontonan yang paling menarik bagi segenap penduduk di muka bumi. Pertandingan sepak bola piala dunia ini tidak hanya menarik bagi penduduk dari negara peserta ataupun negara yang berprestasi tinggi dalam dunia sepak bola semata, namun juga dari negara yang belum pernah mencicipi lolos ke putaran final piala dunia seperti halnya Indonesia atau pun Negeri China yang keduanya merupakan negeri dengan jumlah penonton peringkat tinggi 4 (empat) besar pertandingan kejuaraan akbar FIFA World Cup 2010.


Dan pertandingan sepak bola kelas dunia ini tidak juga hanya menarik bagi khalayak masyarakat kebanyakan yang gemar menonton seraya menjagokan salah satu negara favoritnya, namun juga menarik minat ilmuwan dari Universitas Northwestern - AS yang kajian metodenya bahkan dapat dipergunakan untuk memprakirakan kesebelasan calon juara. Riset ini dijalankan memang mengetengahkan serangkaian langkah dan metode yang seluruhnya tersusun dalam kerangka kajian ilmiah oleh Peneliti Luis Nunes Amaral dkk dari Universitas Northwestern yang menyajikan judul riset : “Quantifying the Performance of Individual Players in a Team Activity”.
Riset ini berupaya menjabarkan nilai kuantitatif capaian individu yang bergabung dalam sebuah tim olahraga dan pengaruhnya terhadap kinerja tim: teamwork secara menyeluruh hingga memperoleh hasil optimum yang berarti juara ! Dan LAN Amaral meyakinkan bahwa kajian riset ini ketika diaplikasikan secara deduktif terhadap jalannya rangkaian pertandingan kejuaraan sepakbola Piala Eropa 2008 ---dengan perolehan hitung-hitungan riset yang hasilnya mengunggulkan kinerja para pemain dari kesebelasan Negeri Matador--- ternyata cocok dengan keberhasilan Spanyol sebagai juara dengan mengalahkan Jerman selaku runner-up !

Dalam latar pendahuluan riset ini Peneliti berpegang pada anggapan awal : premise bahwa; betapa permainan sepakbola adalah olahraga beregu yang teramat sulit untuk melakukan analisa secara kuantitatif berhubung tingkat kompleksitas pada jalannya permainan serta aliran bola yang berlangsung terus-menerus praktis sepanjang pertandingan : uninterupted flow. Dalam riset yang dilaksanakan di negeri AS dimana kompetisi sepakbola lokal negeri sendiri tidaklah begitu populer hingga jumlah penonton sesungguhnya tidak masuk dalam hitungan jumlah fans/penonton yang banyak, apabila dibandingkan olahraga yang tinggi popularitasnya seperti bola basket ataupun basebal hingga memiliki sajian jumlah data statisitik yang amat berlimpah. Selain itu skor pertandingan sepakbola pada ajang kejuaraan kompetitif pada umumnya adalah rendah ---lagi-lagi jika dibandingkan dengan skor pertandingan bola basket atau pun basebal--- pun menambah sulit upaya pelaksanaan riset.
Penelitian diatas dapat berjalan lancar berkat ketersediaan sajian data yang lengkap dari kejuaraan sepakbola Eropa 2008 dari situs on-line :
//euro2008.uefa.com

Paparan kajian selain mengetengahkan serangkaian piranti satatistik perihal acuan kinerja individual dan teamworks juga menyajikan sajian menarik perihal diagram akurasi operan (passing accuracy), kinerja permainan para pemain (player performance) serta arc centrality, yang seluruhnya tersusun sesuai sistem pola formasi dan susunan pemain (starting eleven) setiap kesebelasan yang bertanding dalam kompetisi kejuaraan Eropa 2008.
Jika ditilik dengan rinci paparan riset tergambar pula diantaranya kinerja tingkat tinggi individual jajaran pemain bernilai peringkat tertinggi yang didominansi pemain Spanyol a.l; Xavi Hernandez, Sergio Ramos, David Silva, Xabi Alonso, David Villa, dll.
Sajian riset ilmiah diatas dipublikasikan dalam journal on-line PLoS ONE | www.plosone.org
Dan riset dapat dimanfaatkan sepenuhnya berhubung pemuatannya yang menganut azas bebas terbuka : Open Access dengan lisensi Creative Commons Attribution Licence.

Barangsiapa apabila ada diantara sekalian penggemar sepakbola yang sekarang ini tengah memusatkan seluruh perhatiannya ke ajang kejuaraan FIFA World CUp 2010 lalu tergerak untuk coba-coba menggunakan formula kajian riset sajian LAN Amaral, Jordi Duch, Joshua S.Waitzman guna memprakirakan juara dunia sepakbola yang segera hadir tak lama lagi, apabila memfavoritkan calon finalis dari benua Eropa maka pilihannya tidaklah salah apabila predikat juara disaandangkan kepada tim Spanyol. Dan agaknya memang ada banyak pula komentator sepakbola kelas dunia yang juga berpendapat sama bahwa Spanyol adalah calon terkuat juara 2010 !
Namun seperti yang dipaparkan dalam ulasan riset LAN Amaral dkk diatas; selayaknya prediksi kesebelasan lebih akan tepat apabila dilakukan selepas selesainya seluruh rangkaian 3 pertandingan babak penyisihan guna dicermati kinerja setiap pemain dalam tim secara menyeluruh disamping diketahuinya kejelasan 16 kesebelasan yang lolos untuk mulai memasuki babak perdelapan final yang menganut sistem knock out !
Dan untuk menghitung prakiraan juara ini menurut rumusan formula sajian LAN Amaral diatas akan membutuhkan data statistik kinerja setiap pemain yang barang tentu lebih rinci dan lebih lengkap adalah akan lebih baik.

Dan layaknya sebuah pertandingan olahraga maka kejutan yang tidak disangka-sangka pun bisa muncul bahkan mungkin justru ditunggu-tunggu ! Dan dari ajang kejuaraan World Cup 2010 ini agaknya kejutan terbesar yang muncul adalah tumbangnya Spanyol salah satu favorit kuat juara dari belahan benua Eropa pada pertandingan perdana kalah dengan skor : 0 - 1 dari kesebelasan non-unggulan Swiss yang selama berpuluh tahun selalu tidak pernah menang atas tim Negeri Matador. Hasil buruk mana menjadikannya sebagai kekalahan kedua dalam kejuaraan resmi bagi Spanyol selepas juara Eropa 2008; selain ketika tumbang dikalahkan Amerika Serikat dalam ajang kejuaraan Piala Konfederasi sebagai ajang pemanasan jelang kejuaraan dunia FIFA World Cup 2010 yang juga dilangsungkan di negeri Afrika Selatan.
Dari kawasan benua Eropa selain Spanyol tentu ada pula kesebelasan kuat favorit juara lainnya seperti; Inggris, Jerman, dan Italia yang masih menyandang gelar juara bertahan WC 2006. Dari belahan Amerika Latin maka Brazil dan Argentina jelas-jelas duo tim berkualitas dan bertradisi juara. Dan kalau pun ada yang menjagokan tim dari Benua Afrika sebagai penyandang penantang juara, agaknya paling pas ini untuk Didier Drogba dkk. dari kesebelasan Pantaï:Gadïng.
Pantas pula diperhatikan wanti-wanti sebagian pengamat bahwa fakta dari seratusan negara dibawah naungan FIFA yang berkompetisi dalam ajang kejuaraan sepak bola dunia, nyatanya negara juara hanya berkisar sebatas dari 7 (tujuh) negara saja, yakni kelima negara disebut di atas ditambah negara Perancis dan Uruguay yang kali ini agaknya tidak begitu pantas menyandang favorit utama juara dunia 2010.
Dan apa pun prakiraan yang dipegang setiap orang selebihnya yang paling tepat adalah kembali ke ungkapan... “Bola itu bundar” ! Terlebih lagi Jabulani bola resmi pada kejuaraan yang pertama kali diadakan di benua hitam Afrika diutarakan sejumlah pesepakbola sebagai berkarakteristik gerak lintasan “ajaib” hingga sungguh sulit diduga !

Sumber: Iptek.net.id

Rabu, 16 Juni 2010

Uruguay Siap Bungkam Vuvuzela Afsel

Tekad Afrika Selatan untuk menghindari petaka menjadi tuan rumah pertama yang langsung tersingkir di babak penyisihan, akan mendapat ujian dari Uruguay.

Kedua tim tersebut akan saling berhadapan pada pertandingan kedua Grup A di Stadion Loftus Versfeld Pretoria, Rabu (16/6).

Uruguay jauh-jauh hari sudah menegaskan bahwa mereka tidak akan terpengaruh oleh hingar bingar suara terompet vuvuzela yang akan menjadi senjata tuan rumah untuk merusak konsentrasi lawan.


Persaingan di Grup A masih sangat terbuka karena keempat tim masing-masing meraih angka satu dari hasil imbang pada pertandingan sebelumnya.

Afrika Selatan yang tampil pada partai pembuka, tampil cukup mengesankan meski akhirnya harus puas bermain imbang 1-1 dengan Meksiko di Soccer City, Johannesburg, Jumat (11/6).

Sementara Perancis, juara 1998 dan runner-up 2006 belum memperlihatkan kualitas mereka karena hanya bermain imbang tanpa gol dengan Uruguay pada hari yang sama.

Bisa dipastikan bahwa pertandingan kedua bagi seluruh peserta Grup A, akan menjadi sangat menentukan untuk menentukan langkah ke babak 16 besar.

Dari tujuh kali pertemuan kedua tim selama ini, Uruguay masih unggul dengan skor 4-3 dan pelatih Oscar Tabarez pun sangat sadar bahwa tuan rumah akan tampil mati-matian untuk mendapatkan angka tiga.

"Semua tim sekarang memiliki peluang yang sama, sehingga hasil pertandingan berikutnya akan sangat penting," kata Tabarez seperti yang dikutip AFP.

Diego Forlan, penyerang andalan Uruguay yang juga membela klub Atletico Madrid, akan mendapat pengawalan ketat dari Bongani Khumalo.

"Diego adalah pemain kelas dunia, tapi dalam turnamen ini semua harus menghadapi sesama pemain terbaik. Kami tidak gentar menghadapi Diego atau Uruguay," tegas Khumalo.


Sementara pemain tengah Siphiwe Tshabalala, pencetak gol Afrika Selatan saat menahan imbang Meksiko 1-1, mengatakan bahwa Uruguay akan kewalahan jika mereka bisa menjaga momentum.

"Kemenangan atas Uruguay akan memperlebar peluang kami untuk lolos ke babak kedua dan akan membuat negara kami semakin bangga," katanya.



Dalam pertandingan nanti, Khumalo dan Bafana Bafana harus membuktikan keampuhan mereka untuk menahan gempuran Forlan dengan cara menutup pergerakan serangan tim asal Amerika Selatan itu.

Sementara di luar pertandingan, setiap gol bagi Afrika Selatan bisa jadi membuat suara berisik akan semakin menggila, atau juga menjadi bungkam saat gawang tuan rumah kebobolan.

Pelatih Afrika Selatan Aaron Mokoena mengakui bahwa vuvuzela ibarat pemain ke-12 bagi timnya dan mereka memang membutuhkannya sebagai senjata rahasia.

"Kami tidak keberatan (dengan vuvuzela), tapi justru bisa menjadi senjata kami," Mokoena.

Minggu, 13 Juni 2010

Indonesia Akan Tetapkan 12 Stadion untuk Piala Dunia 2022




Calon tuan rumah Piala Dunia 2022, Indonesia merencanakan menggunakan 12 stadion internasional untuk ajang sepak bola paling bergengsi di dunia ini, kata Ketua Umum PSSI Nurdin Halid, di Jakarta, Senin.

Tiga stadion sudah ada yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta, Gelora Sriwijaya Palembang, dan Palaran Samarinda.

Stadion yang masih direncanakan dan diusulkan yakni Stadion Riau Pekanbaru, Gede Bage Bandung, Stadion BMW Jakarta, Stadion Bogor.

Stadion lainnya, Stadion Surabaya, Stadion Makassar, Stadion Medan, Stadion Tangerang, Stadion Yogya dan Stadion Gianyar Bali.


Ketua Umum PSSI Nurdin Halid mengemukakan hal itu saat PSSI secara resmi meluncurkan pencalonan diri Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 kepada publik di Jakarta.

Peluncuran "Road To Green World Cup 2022" itu dihadiri Menegpora Adhyaksa Dault.

Nurdin mengatakan, Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022 adalah perwujudan dari visi PSSI 2020 yang sudah dicanangkan sejak tahun 2004 di awal masa kepemimpinannya.

Ia berkeyakinan PSSI mampu bersaing dengan negara lainnya semakin tinggi dengan dukungan langsung pemerintah.

FIFA sendiri akan mengumumkan negara yang berhak menggelar Piala Dunia 2022 pada 10 Desember 2010 mendatang.

Menegpora Adhyaksa Dault menyatakan Pemerintah mendukung pencalonan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.

"Bangsa Indonesia punya pengalaman banyak menggelar event internasional, terutama sepakbola. Ide menjadi tuan rumah bukanlah hal mustahil, bersama kita bisa mewujudkan hal tersebut," katanya.

Indonesia akan bersaing dengan Australia, Belgia-Belanda, Inggris, Jepang, Rusia, Meksiko, Amerika Serikat, Republik Korea, Spanyol-Portugal, dan Qatar.(*)


Sabtu, 12 Juni 2010

Italia Menang 6-0 dalam Uji Coba | FIFA 2010

foto Tim Italia. AP/Alessandra Tarantino

Juara bertahan Italia meraih modal berharga jelang tampil di laga perdana dengan menggulung tim lokal, Guateng All Stars, 6-0 pada uji coba di Southdowns College training base, Jumat (11/6).

Dalam pertandingan ini pelatih Marcello Lippi memberikan gambaran yang jelas tentang starting line-up Azzurri yang akan diturunkannya di Piala Dunia. Mantan pelatih Juventus itu juga tampak puas dengan formasi 4-3-3.



Hanya Andrea Pirlo dan Daniele De Rossi yang sama-sama menngalami cedera ringan pada betis mereka yang tak dilibatkan dalam uji coba itu untuk menghindari risiko yang lebih parah.

Lippi menurunkan 4 pemain yang kemungkinan besar jadi pilihan utama di barisan pertahanan yaitu Gianluca Zambrotta dan Domenico Criscito di kedua sisi lapangan serta dan kapten Fabio Cannavaro dan Giorgio Chiellini di tengah. Mereka mengawal Gianluigi Buffon yang berdiri di bawah mistar.

Dengan absennya Pirlo dan De Rossi, Lippi memasang gelandang veteran Gennaro Gattuso di lini tengah didampingi oleh Riccardo Montolivo dan Claudio Marchisio. Di depan, ia menurunkan tridente Vincenzo Iaquinta, Alberto Gilardino dan Simone Pepe.

Italia langsung unggul 4-0 saat pertandingan belum genap berjalan 60 menit. Keunggulan itu dimafaatkan Lippi untuk mengganti seluruh pemain kecuali Chiellini. Italia kemudian menambah 2 gol lagi sebelum laga berakhir.

Pepe dan Gianpaolo Pazzini masing-masing menjaringkan 2 gol sementara 2 sisanya dibukukan Iaquinta dan Antonio Di Natale . Italia akan memulai langkah di Afrika Selatan dengan menghadapi Paraguay pada laga perdana Grup F di Cape Town.

Bintang Piala Dunia 2010 Terpanas

bintang, piala, dunia, 2010, piala dunia, terpanasAjang bergengsi sepak bola, Piala Dunia 2010 bukan lah ajang untuk para pria saja, bersiaplah bagi wanita yang meng idolakan para bintang lapangan hijau untuk melihat aksi mereka yang memukau dengan tubuh atletis mereka.

David Beckham

Rasanya ada yang kurang jika tidak memasukkan namanya dalam jajaran pemain sepak bola tampan. Sekalipun ia tidak membela tim Inggris lantaran cedera, Anda masih bisa menikmati sosoknya di pinggir lapangan.




Kaka

Langganan menjadi model, pesepak bola asal Brazil ini akan “menggoyang” mata Anda dengan tubuh liatnya.

Tae Se Jong

Tae berasal dari Korea Utara, tim yang terkenal tertutup dan irit senyum. Tae adalah pencetak gol terbanyak untuk timnya, dan memiliki kulit kecokelatan yang seksi.


Iker Casillas

Penjaga gawang asal Spanyol ini berusia 29 tahun. Sebaiknya waspada, penjaga gawang tahu betul titik lemah “gawang” yang Anda jaga.


Open Ceremony FIFA World Cup 2010 South Africa

open ceremony, fifa, world cup, 2010, south africa, afrika selatan

Aksi memukau dan spektakuler dari open ceremony Piala Dunia Afrika Selatan 2010, dengan di iringi keunikan warga afrika, suara terompet, tarian khas afrika, suara merdu penyanyi bahkan atraksi pesawat jet di udara. Membuat open ceremony Piala Dunia ini semakin meriah.






























Jumat, 11 Juni 2010

Prediksi Korsel vs Yunani | FIFA World CUP 2010

http://pendletonpanther.files.wordpress.com/2009/10/2010collage.jpgPrediksi Pertandingan Korea Selatan vs Yunani di ajang piala dunia 2010 Afrika Selatan selalu berbeda antara pengamat yang satu dengan pengamat bola lainnya. Akan tetapi Bola itu bundar prediksi formasi dan skor akhir di atas kertas bisa berbeda dengan hasil di lapangan.

Kita lihat dulu Prediksi Hasil Pertandingan Korsel vs Yunani dengan berkaca pada pertandingan-pertandingan sebelumnya antara Korea Selatan dan Yunani. Kedua tim akan menurunkan skuad terbaiknya, akan tetapi Korsel kemungkinan akan mempunyai optimisme dan daya juang yang lebih kuat dibanding Yunani, Korea Selatan merupakan tim paling sukses di Asia yang tampil di turnamen Piala Dunia. Pertandingan perdana mereka lawan Yunani, Sabtu (12/6) akan menjadi "pembuktian awal" apakah mereka siap kembali memberikan kejutan di turnamen akbar empat tahunan ini, seperti yang pernah dilakukan pada 2002.



Sementara itu, sebagai kuda hitam, Yunani memang tidak bisa dianggap tim kecil. Juara Piala Eropa 2004 itu kemungkinan besar akan tetap mengusung permainan dengan gaya bertahan selama Piala Dunia berlangsung. Strategi ini diyakini akan mampu meredam ancaman dari tim-tim kuat di Afrika Selatan.

Dalam tiga pertemuan terakhir, Korsel bisa dikatakan unggul 1-0 dari Yunani. Satu kemenangan dan dua hasil imbang.

Pada 11 Agustus 2004, Korsel meraih hasil imbang 2-2 dalam sebuah pertandingan di Olimpiade. Dua tahun kemudian, tepatnya pada 21 Januari 2006, hasil imbang kembali terjadi, hanya saja kali ini berlangsung dalam sebuah laga persahabatan dengan skor 1-1. Pada 6 Februari 2007, Korsel akhirnya mampu meraih kemenangan 1-0 atas tuan rumah Yunani dalam sebuah laga persahabatan.

Rekor Pertemuan Kedua Tim :

6/2/2007: Yunani 0-1 Korea Selatan (Laga persahabatan)
21/1/2006: Yunani 1-1 Korea Selatan (Laga persahabatan)
11/8/2004: Yunani 2-2 Korea Selatan (Olimpiade)

Yunani konsisten tidak akan mengubah gaya negative foot­ball mereka saat bersua Korsel. Padahal, mereka terancam bakal ‘dikurung’ Ksatria Taeguk sela­ma 90 menit pertandingan.

Tekad mempertahankan gaya yang diusung Juara Eropa 2004 lalu itu kembali ditegaskan bek Nikos Spiropoulus. Menuru­t­nya, pakem yang dipelihara oleh arsi­t­ek Otto Renhagel itu bakal am­puh membendung serangan spo­ra­dis khas Korsel pada laga pem­buka mereka di Grup B, 12 Juni besok. Kelak, dari serangan ba­lik, pasukan negeri Dewa itu bisa mencuri gol dari celah yang di­ting­gal­kan pemain Korsel.


“Kami telah memperagakan per­mainan yang sama selama be­berapa tahun dengan pelatih yang sama. Kami tidak akan me­ngubah gaya permainan Yunani. Tendangan bebas dan sudut men­jadi senjata andalan Yunani,” ujar Spiropoulus dilansir AP.

Strategi ini diterapkan meng­ingat Argentina merupakan favo­rit kuat di Grup B. Dengan demi­kian, satu tempat lagi untuk tiket ke babak knock-out diperebutkan antara Yunani, Korea Selatan, dan Nigeria. Karena itu, duel Yu­nani versus Korea Selatan di Port Elizabeth dianggap sangat pen­ting bagi kedua tim.

“Tentu saja pertandingan per­tama menjadi sangat penting. Dalam penilaian saya, jika kami menang, maka kami akan lolos,” tambah gelandang Christos Pat­satzoglou.

Yunani sepertinya ingin meng­ulang kejutan saat menjadi juara Eropa tahun 2004. Taktik berta­han membuat Yunani sulit untuk dikalahkan. Namun, Yunani ga­gal mengulangi performa serupa di ajang yang sama empat tahun kemudian meski Patsatzoglou menyatakan Yunani sudah me­ng­­­alami modifikasi.

Dibisiki Korut

Untuk menghadapi negative football Yunani, anak asuh Huh Jung-moo mungkin harus men­dengarkan saran Jong Tae Se. Meski berasal dari Korut yang ber­musuhan secara politik de­ngan Korsel, Jong terbukti punya pengalaman yang sahih. Yakni saat dirinya bersama Chollima menahan imbang Yunani 2-2 pada laga uji coba, akhir Mei lalu. Tanpa sungkan, Jong Tae Se langsung berbagi kunci kesuk­sesan tersebut kepada Korsel yang dianggapnya mitra.

“Manfaatkan ‘kelambatan’ mereka (Yunani). Para pemain Eropa itu besar dan kuat, namun kami tahu mereka lamban,” ujar Jong.

“Jika pemain kami bermain seperti Lee Chong-young, Park Ji-sung dan Lee Keun-ho maka kami juga akan memenangkan setiap laga nanti, “ imbuhnya.

Kata Jong, Yunani sangat ba­gus bermain bola-bola di udara. Jadi, gaya itu cocok untuk Korsel yang bermain dengan passing pendek nan cepat dan efektif. Prediksi Korsel vs Yunani kami anggap Korea Selatan akan lebih unggul dalam penguasaan bola dan tidak mengenal putus asa, sebagai warga Indonesia dan Korsel perwakilan Asia saya berharap Korea Selatan bisa mengalahkan Yunani dan kembali membuat kejutan di Piala Dunia 2010.



Dua Hasil Imbang, Afsel Berbangga | Piala dunia 2010

SEMANGAT - Presiden FIFA Sepp Blatter bersama Presiden Afsel Jacob Zuma, memberikan sambutan penuh semangat di hadapan puluhan ribu pengunjung di stadion, sesaat sebelum laga perdana PD 2010 antara Afsel versus Meksiko, di Stadion Soccer City, Johannesburg, Jumat (11/6). Foto: Clive Rose/Getty Images/FIFA.com.


RESMI sudah perhelatan pembuka Piala Dunia (PD) 2010 di Afrika Selatan (Afsel) digelar. Mengikuti acara resmi pembukaan yang sengaja dihelat sebentar aja, sekitar 30-an menit di Soccer City, Johannesburg, pertandingan pembuka pun segera berlangsung antara tuan rumah Afsel melawan tim asal benua Amerika, Meksiko. Hasil imbang diraih dengan skor 1-1. Sementara di pertandingan kedua, yang berlangsung sekitar dua jam kemudian antara Uruguay dan Prancis, hasilnya juga kurang lebih sama yaitu imbang tanpa gol.

Secara umum, kendati belum ada tim yang meraih nilai penuh dengan kemenangan, namun gelaran hari pertama PD 2010 ini bisa dibilang sudah cukup lengkap secara statistik. Sudah ada pencetak gol perdana, yakni Siphiwe Tshabalala dari Afsel, sudah bertebaran sejumlah kartu kuning, bahkan sudah ada pula kartu merah perdana yang diperoleh oleh Nicolas Lodeiro dari Uruguay (di game kedua). Berikutnya tentu saja, sudah terpilih juga masing-masing Man of The Match di tiap pertandingan.

Bagi pemerintah Afsel sendiri, sebagai pihak berwenang dalam penyelenggaraan even akbar yang baru kali pertama digelar di Benua Hitam itu, pelaksanaan pembukaan berikut pertandingan awal ajang ini dipandang berlangsung sukses. Mereka pun merasa berbangga hati dengan hasil yang telah dicapai sejauh ini. Sebuah ucapan selamat pun secara resmi mereka sampaikan.

"Pemerintah mengucapkan selamat kepada seluruh masyarakat Afrika Selatan dan semua tamu dari dunia internasional, atas acara yang tertata dengan baik dan profesional, di mana kita semua hadir saat ini demi merayakan momen historis ini," ungkap juru bicara pemerintah Afsel, Themba Maseko, sebagaimana dikutip Sport24. "Kami berharap ini akan terus berlangsung di sepanjang turnamen (PD 2010) ini dan seterusnya," ungkapnya lagi.

"Pemerintah Afsel mengucapkan terima kasih dan penghargaan luar biasa kepada semua yang telah mendukung kami dalam perjalanan menutu keberadaan sebagai tuan rumah Piala Dunia FIFA perdana di tanah Afrika ini," lanjut Maseko. "Secara khusus, kami juga berterima kasih atas dukungan tak terkira yang diberikan negara-negara Afrika lainnya. Sedari awal, mereka semua tak pernah meragukan kemampuan kami dalam menyelenggarakan even ini," tuturnya lagi.


Sementara itu, atas hasil yang didapat oleh Bafana Bafana - julukan timnas Afsel - sendiri, banyak orang terutama dari kalangan warga setempat yang hadir sebagai pendukung setia, memandangnya sebagai capaian maksimal yang bisa diperoleh saat ini. Pesta sekaligus kompetisi baru dimulai, dan mereka berkeyakinan bahwa Afsel akan mampu berbuat lebih banyak di pertandingan berikutnya.

Yang menarik adalah, sang pencetak gol perdana PD kali ini yang sekaligus adalah pemain andalan Bafana Bafana, Siphiwe Tshabalala, kini pun bakal senantiasa dikenang namanya oleh warga sebagai salah seorang pahlawan negeri itu. Gol yang dicetaknya, kendati akhirnya tak berbuah kemenangan bagi Afsel, dipandang telah menunjukkan kekuatan potensial dari tim yang identik dengan warna kostum kuning-hijau tersebut. Apalagi, karena Tshabalala sendiri kemudian terpilih sebagai Man of The Match pertama di even PD kali ini.

"Gol itu adalah sebuah gol yang luar biasa, dan saya merasa senang berada pada posisi yang tepat untuk mencetaknya," ungkap Tshabalala kepada Goal.com, mengomentari gol penting yang dicetaknya, seperti dikutip Nationalpost.com. "Saya tak harus berpikir, peluang itu datang dan saya mengambilnya. Saya bahagia atas gol itu, dan (kini) saya ingin mencetak gol lebih banyak lagi," lanjutnya.

Akan halnya untuk gelaran pertandingan perdana itu sendiri, sejumlah besar orang - tidak saja dari Afsel namun juga di berbagai penjuru dunia - merasa puas dan bersemangat. Sedikit berbeda memang dengan pertandingan kedua, di mana sejumlah orang merasakan atmosfirnya agak membosankan karena berakhir tanpa gol, meski sebenarnya berlangsung ketat karena sama-sama ngototnya kedua tim. Uruguay dan Prancis yang tampil di pertandingan itu, dipandang belum cukup maksimal mempertontonkan aksinya.

Apapun itu, kedua pertandingan barulah merupakan bagian dari pembukaan PD 2010 ini. Masih akan ada banyak aksi, banyak drama dan ketegangan, termasuk mungkin banyak hasil luar biasa lainnya lagi. Sore hingga tengah malam nanti saja misalnya, telah menanti jadwal tiga pertandingan lainnya, yang dipastikan akan seru dan tak kalah menarik. Masing-masing yaitu pertandingan Korsel kontra Yunani pada pukul 18.30 WIB, Argentina versus Nigeria pukul 21.00 WIB, serta Inggris lawan Amerika Serikat pada Minggu dinihari pukul 01.30 WIB. Ya, ketegangan dan serunya Piala Dunia ini, baru saja memasuki tahap awalnya. (ito/jpnn)

Data-Fakta Hari Pertama PD 2010

Hasil pertandingan pertama:
1-1 (Afsel v Meksiko)
Pencetak gol perdana:
Siphiwe Tshabalala, Afsel (menit ke-55 game pertama)
Kartu kuning perdana:
Efrain Juarez (menit ke-18 game pertama)
Kartu merah perdana:
Nicolas Lodeiro, Uruguay (menit ke-81 game kedua)
Peraih kartu kuning:
Kagisho Dikgacoi, Tsepo Masilela (Afsel), Gerardo Torrado, Efrain Juarez (Meksiko), Mauricio Victorino, Nicolas Lodeiro, Diego Lugano (Uruguay), Jeremy Toulalan, Franck Ribery, Patrice Evra (Prancis)
Daftar pencetak gol:
Siphiwe Tshabalala (1), Rafael Marquez (1)
Pemain terbaik:
Siphiwe Tshabalala (Afsel), Diego Forlan (Uruguay)




Jadwal Lengkap Piala Dunia 2010

Berikut jadwal lengkap Piala Dunia 2010, termasuk skema babak gugur hingga final.

(Waktu dalam WIB)

Grup A:
11 Juni 2010
21:00 Afrika Selatan v Meksiko, Soccer City, Johannesburg
12 Juni 2010
01:30 Uruguay v Prancis, Cape Town Stadium, Cape Town



17 Juni 2010
01:30 Afrika Selatan v Uruguay, Loftus Versfeld Stadium, Pretoria
17 Juni 2010
18:30 Prancis v Meksiko, Peter Mokaba Stadium, Polokwane

22 Juni 2010
21:00 Meksiko v Uruguay, Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg
21:00 Prancis v Afrika Selatan, Free State Stadium, Bloemfontein

Grup B:
12 Juni 2010
18:30 Argentina v Nigeria, Ellis Park Stadium, Johannesburg
21:00 Korea Selatan v Yunani, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth

17 Juni 2010
21:00 Argentina v Korea Selatan, Soccer City, Johannesburg
18 Juni 2010

18 Juni 2010
01:30 Yunani v Nigeria, Soccer City, Johannesburg
18 Juni 2010


23 Juni 2010
01:30 Yunani v Argentina, Peter Mokaba Stadium, Polokwane
01:30 Nigeria v Korea Selatan, Moses Mabhida Stadium, Durban

Grup C:
13 Juni 2010
01:30 Inggris v Amerika Serikat, Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg
13 Juni 2010
18:30 Aljazair v Slovenia, Peter Mokaba Stadium, Polokwane

18 Juni 2010
21:00 Inggris v Aljazair, Cape Town Stadium, Cape Town
19 Juni 2010
01:30 Slovenia v Amerika Serikat, Ellis Park Stadium, Johannesburg

23 Juni 2010
21:00 Amerika Serikat v Aljazair, Loftus Versfeld Stadium, Pretoria
21:00 Slovenia v Inggris, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth

Grup D:
13 Juni 2010
21:00 Jerman v Australia, Moses Mabhida Stadium, Durban
14 Juni 2010
01:30 Serbia v Ghana, Loftus Versfeld Stadium, Pretoria

18 Juni 2010
18:30 Jerman v Serbia, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth
19 Juni 2010
18:30 Ghana v Australia, Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg

24 Juni 2010
01:30 Australia v Serbia, Mbombela Stadium, Nelspruit
01:30 Ghana v Jerman, Soccer City, Johannesburg

Grup E:
14 Juni 2010
18:30 Belanda v Denmark, Soccer City, Johannesburg
21:00 Jepang v Kamerun, Free State Stadium, Bloemfontein

19 Juni 2010
21:00 Belanda v Jepang, Moses Mabhida Stadium, Durban
20 Juni 2010
01:30 Kamerun v Denmark, Loftus Versfeld Stadium, Pretoria

25 Juni 2010
01:30 Denmark v Jepang, Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg
01:30 Kamerun v Belanda, Cape Town Stadium, Cape Town

Grup F:
15 Juni 2010
01:30 Italia v Paraguay, Cape Town Stadium, Cape Town
15 Juni 2010
18:30 Selandia Baru v Slowakia, Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg

20 Juni 2010
18:30 Italia v Selandia Baru, Mbombela Stadium, Nelspruit
21:00 Slowakia v Paraguay, Free State Stadium, Bloemfontein

24 Juni 2010
21:00 Paraguay v Selandia Baru, Peter Mokaba Stadium, Polokwane
21:00 Slowakia v Italia, Ellis Park Stadium, Johannesburg


Grup G:
15 Juni 2010
21:00 Brasil v Korea Utara, Ellis Park Stadium, Johannesburg
16 Juni 2010
01:30 Pantai Gading v Portugal, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth

21 Juni 2010
01:30 Brasil v Pantai Gading, Soccer City, Johannesburg
21 Juni 2010
18:30 Portugal v Korea Utara, Cape Town Stadium, Cape Town

25 Juni 2010
21:00 Korea Utara v Pantai Gading, Mbombela Stadium, Nelspruit
21:00 Portugal v Brasil, Moses Mabhida Stadium, Durban

Grup H:

16 Juni 2010
18:30 Spanyol v Swiss, Moses Mabhida Stadium, Durban
21:00 Honduras v Cili, Mbombela Stadium, Nelspruit

21 Juni 2010
21:00 Spanyol v Honduras, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth
22 Juni 2010
01:30 Cili v Swiss, Ellis Park Stadium, Johannesburg

26 Juni 2010
01:30 Swiss v Honduras, Free State Stadium, Bloemfontein
01:30 Cili v Spanyol, Loftus Versfeld Stadium, Pretoria

16 Besar
26 Juni 2010, 21:00
Juara Grup A v Peringkat Kedua Grup B, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth (Partai 49)

27 Juni 2010, 01:30
Juara Grup C v Peringkat Kedua Grup D, Royal Bafokeng Stadium, Rustenburg (Partai 50)

27 Juni 2010, 21:00
Juara Grup D v Peringkat Kedua Grup C, Free State Stadium, Bloemfontein (Partai 51)

28 Juni 2010, 01:30
Juara Grup B v Peringkat Kedua Grup A, Soccer City, Johannesburg (Partai 52)

28 Juni 2010, 21:00
Juara Grup E v Peringkat Kedua Grup F, Moses Mabhida Stadium, Durban (Partai 53)

29 Juni 2010, 01:30
Juara Grup G v Peringkat Kedua Grup H, Ellis Park Stadium, Johannesburg (Partai 54)

29 Juni 2010, 21:00
Juara Grup F v Peringkat Kedua Grup E, Loftus Versfeld Stadium, Pretoria (Partai 55)

30 Juni 2010, 01:30
Juara Grup H v Peringkat Kedua Grup G, Cape Town Stadium, Cape Town (Partai 56)

Perempat-Final
2 Juli 2010, 21:00
Pemenang Partai 53 v Pemenang Partai 54, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth (Partai 57)

3 Juli 2010, 01:30
Pemenang Partai 49 v Pemenang Partai 50, Soccer City, Johannesburg (Partai 58)

3 Juli 2010, 21:00
Pemenang Partai 52 v Pemenang Partai 51, Cape Town Stadium, Cape Town (Partai 59)

4 Juli 2010, 01:30
Pemenang Partai 55 v Pemenang Partai 56, Ellis Park Stadium, Johannesburg (Partai 60)

Semi-final
7 Juli 2010, 01:30
Pemenang Partai 58 v Pemenang Partai 57, Cape Town Stadium, Cape Town (Partai 61)

8 Juli 2010, 01:30
Pemenang Partai 59 v Pemenang Partai 60, Moses Mabhida Stadium, Durban (Partai 62)

Perebutan Juara Ketiga
11 Juli 2010, 01:30
Tim Kalah Partai 61 v Tim Kalah Partai 62, Nelson Mandela Bay Stadium, Port Elizabeth (Partai 63)

Final
12 Juli 2010, 01:30
Pemenang Partai 61 v Pemenang Partai 62, Soccer City, Johannesburg (Partai 64)




Memasang Widget Hasil Piala Dunia South Afrika 2010

FIFA WORLD CUP, setiap di selenggarakan sangat menarik semua perhatian dunia, kali ini event yang di adakan setiap 4 tahun sekali itu di adakan di benua HITAM "AFRIKA" dan itu menjadi pertama kalinya benua Hitam "Afrika" menjadi tuan rumah ajang sepak bola terbesar di dunia, tepatnya event sepak bola 4 tahunan tersebut di adakan di Afrika Selatan, jika anda salah satu "GIBOL" (Gila Bola) pasti anda tidak mau melewatkan hasilnya sedikit pun, maka untuk itu bagi anda yang GIBOL dan seorang blogger anda wajib pasang widget ini.

Widget ini khusus hanya untuk para pecinta bola, dan apabila blog anda blog yang bertema tentang sepak bola anda harus wajib pasang widget seperti ini.



Bagaimana?? jika kita memasang widget tersebut maka kita akan tahu hasil lengkap piala dunia, karena widget tersebut akan terupdate secara otomatis

untuk memasang widget tersebut silahkan ikuti cara berikut ini:

1. Silahkan klik disini
2. Jika sudah lalu scroll ke bawah dan lihat tulisan SOUTH AFRICA 2010



3. Lalu silahkan anda klik Add Widget



4. Setelah itu anda klik tulisan CHANGE





5. Lalu pilih negara jagoan anda, contoh saja "ENGLAND" Jika Sudah silahkan di klik



6. Lalu tunggu sebentar untuk mendapatkan kode html (embednya)



7. Jika sudah dapat langsung saja copy ke blog anda
8. Selesai

bagaimana mudah bukan?? sekarang di blog anda sudah terpasang hasil pilihan anda yang terupdate.

SELAMAT MENCOBA!!!!







Momentum Piala Dunia | 2010 South Afrika



Sekaranglah saatnya menonton Piala Dunia. Lupakan perbedaan agama, politik, warna kulit, ideologi, juga bahasa. Lupakan pula kesulitan hidup dan urusan-urusan domestik yang mengimpit. Mari menikmati atraksi yang menghibur dan membuat miliaran penduduk dunia tersihir: sepak bola.

Kasus video seks artis yang menggegerkan bolehlah sesekali mencuri perhatian kita. Bagaimanapun, kita cemas menyaksikan anak-anak di pelbagai daerah antre di depan warnet atau berbagi video di ponsel untuk menonton gambar yang ditabukan itu. Tapi ada waktunya kita perlu berpaling ke tayangan lain yang lebih indah dan tak kalah memeras emosi, yaitu pertandingan bola negara-negara terpilih sejagat.

Ulah anggota Dewan Perwakilan Rakyat, yang terus mencari akal agar mendapatkan dana aspirasi, dana pembangunan desa, atau apalah namanya, juga masih tetap perlu diawasi. Namun, sebagai tontonan dan tema pembicaraan, yang mereka peragakan di Senayan jelas sama sekali tak menarik dan tak bermutu. Karena itu, mari kita alihkan saja remote control kita ke tontonan Piala Dunia di Afrika Selatan, yang jelas lebih bermutu.

Selama sebulan penuh perhatian kita akan tertuju pada pesta para bintang sepak bola dunia. Seratusan juta penonton Indonesia akan memelototi televisi di rumah, kafe, hotel, atau gardu ronda. Mereka begadang sampai belekan, bertaruh kecil-kecilan, dan esok paginya mendengkur atau menguap di meja kerja. Tak perlu heran jika para atasan akan menenggang anak buahnya terlambat masuk kerja, karena sang atasan juga terlambat kerja. Inilah pertunjukan kolosal yang menurunkan produktivitas kerja lebih dari satu miliar penduduk dunia. Kabar baiknya, semua melakukannya dengan gembira.

Bagi Afrika Selatan, perhelatan yang dibuka tadi malam itu menelan biaya yang juga kolosal: lebih dari Rp 65 triliun. Namun peristiwa olahraga raksasa ini seketika menggerakkan ekonomi Afrika Selatan, yang diperkirakan tumbuh 4 persen tahun ini. Negara itu akan meraup keuntungan bersih sepanjang turnamen sedikitnya US$ 850 juta atau sekitar Rp 8 triliun.


Bagi Indonesia, nilai keuntungan sebesar itu jelas mimpi yang menggiurkan. Tahun lalu PSSI pernah mencanangkan ambisi "Indonesia tuan rumah Piala Dunia 2022". Ambisi ini tentu tak realistis mengingat prestasi sepak bola kita bagai siput yang beradu balap dengan kuda pacuan. Langkah pemerintah menunda upaya mewujudkan ambisi itu dan memilih membenahi sepak bola kita terlebih dulu sudah sangat tepat.

Afrika Selatan telah membuktikannya dengan kerja keras. Tim mereka pernah menjadi juara Afrika pada 2006. Mereka juga telah dua kali (1998 dan 2002) masuk babak putaran final Piala Dunia. Bandingkan dengan Indonesia, yang selalu tersingkir pagi-pagi di putaran final Piala Asia. Padahal, pada 1960-an, Indonesia pernah berbicara di tingkat Asia. Empat tahun sebelumnya, tim nasional masuk Olimpiade dan menahan Uni Soviet 0-0. Sekarang, di Asia Tenggara saja, prestasi Indonesia kembang-kempis.

Maka jangan dulu berharap terlalu tinggi menjadi tuan rumah Piala Dunia. Sebaiknya kita jadikan Piala Dunia kali ini sebagai momentum untuk membenahi secara menyeluruh sepak bola di Tanah Air. Tak ada kata terlambat untuk memulai.

Sekarang saatnya bergembira: gol, gol, gol!

Links Free Traffic And BackLink

 
Copyright © JHN-SOFT Poweredby Julka Hendri